Workshop with Green School Community

Sabtu 21 November 2009, tepatnya di SMA Tugu Ibu Depok, ICSF bersama dengan Green School Community (GSC) mengadakan kegiatan workshop untuk SMA-SMA di Depok dengan tema besar daur ulang. Hidup hemat dan daur ulang dikemukakan sebagai upaya yang dapat dan tidak sulit dilakukan bagi pelajar sebagai langkah awal namun berarti yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah global warming dan climate change. Selain memberikan gambaran umum mengenai global warming dan climate change tujuan kegiatan ini adalah membentuk pola pikir untuk hidup hemat dan meningkatkan kreativitas dalam mendaur ulang sampah yang sudah tidak terpakai.

Kegiatan yang tersusun atas 3 sesi ini tidak dilakukan dalam bentuk diskusi panel yang monoton dengan presentasi biasa namun dilakukan dengan konsep interaktif dan diskusi kelompok. Oleh karenanya sekitar 50 siswa termasuk panitia yang berasal dari SMA Tugu Ibu, SMA Sejahtera 1, SMA Persatuan Sekolah Kristen Depok (PSKD) 7, SMAN 4 Depok, dan SMA Yayasan Pendidikan Masyarakat Republik Indonesia (Yapemri) yang menjadi peserta dalam kegiatan ini diajak untuk berpikir dan berbicara aktif dari awal sesi pertama.

Kegiatan berlangsung seru, terlihat dari rasa keingintahuan peserta dan antusiasme mereka hingga akhir acara. Dibuka dengan sambutan dari pihak sekolah, ICSF, dan GSC. Berikutnya, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan tiap kelompok didampingi teman dari ICSf sebagai fasilitator. Sesi I diaawali dengan pemutaran video singkat yang kemudian peserta diajak untuk menyampaikan pendapatnya mengenai apa yang mereka lihat di video tersebut. Hampir semua kelompok sependapat dan menyatakan bahwa global warming telah terjadi, menyebabkan perubahan iklim dan mendatangkan bencana besar bagi makhluk hidup. Namun sebenarnya inti video tersebut adalah menyampaikan isu climate change dan global warming. Artinya, isu ini begitu penting sehingga harus disebarluaskan. Pertanyaan mengapa harus disebarluaskan dilemparkan kembali kepada peserta, kali ini sebagian kelompok menjawab “Agar menyadarkan manusia untuk mencintai lingkungan karena bumi semakin rusak akibat ulah manusia sehingga cepat atau lambat makhluk hidup pun akan mengalami kesusahan”. Berikutnya diberikan waktu untuk diskusi kelompok bersama masing-masing fasilitator agar keluar pendapat mengenai perbedaan GW dan CC. Suasana semakin seru ketika dibicarakan kembali di forum, pendapat-pendapat saling melengkapi, bahkan ada yang menjelaskan dengan gambar dan skema akan pemahaman mereka mengenai GW dan CC. Di akhir sesi ini dijelaskan kembali GW dan CC serta hal-hal yang berkaitan dengannya seperti unsur-unsur cuaca dan iklim, gas-gas rumah kaca, ozon, dan lain sebagainya.

Sesi II merupakan diskusi mengenai hubungan dampak GW dan limbah/sampah dengan menampilkan gambar-gambar terkait. Masing-masing perwakilan kelompok memberikan pendapat mengenai solusi yang dapat dilakukan oleh pelajar, namun masih ada beberapa yang menjawab solusi yang umum bukan solusi yang dapat dilakukan sebagai pelajar seperti melakukan konservasi dan mengurangi bahan bakar. Kemudian peserta diajak kembali menonton video singkat mengenai hutan yang disampaikan oleh teman-teman dari sekolah dasar. Pesan yang ingin disampaikan berkaitan dengan video tersebut adalah bahwa sebagai pelajar kita dapat menunjukkan kepedulian kita dengan menghemat kertas dan mendaur ulang kertas yang sudah tidak terpakai, juga sampah-sampah lainnya. Pesan lainnya adalah bahwa teman-teman kecil kita dari sekolah dasar saja peduli, seharusnya kita sebagai pelajar SMA juga bisa peduli. Berikutnya diberikan waktu untuk diskusi kelompok mengenai pola hidup hemat yang dapat dilakukan sebagai pelajar. Sungguh menarik ketika pendapat-pendapat yang terlontarkan menyempurnakan jawaban pertanyaan tadi.

Pola hidup hemat yang dapat diterapkan sebagai pelajar yaitu menurut diskusi semua kelompok adalah:
– hemat listrik, tidak membiarkan charger HP tetap pada stop kontak setelah selesai
– Membuang sampah pada tempatnya.
– Mengurangi penggunaan tissue dengan menggunakan sapu tangan.
– Mendaur ulang sampah.
– Menerapkan prinsip 80-20, 80% baca buku dan 20% hiburan sehingga menghemat listrik.
– bangun pagi dan matikan ac begitu bangun.
– Mandi dengan shower atau setiap mandi dijatah tidak lebih dari 2 ember
– Matikan listrik yang tidak terpakai.
– Hemat kertas/Menggunakan kertas 2 sisi.
– Mengurangi pemakaian styrofoam
– Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor/Pergi sekolah dengan sepeda atau jalan kaki.
– Membawa bekal dari rumah sehingga bisa mengurangi sampah dengan tidak jajan

Kemudian acara dilanjutkan ke sesi III. Sesi ini diawali dengan diskusi kelompok dimana tiap kelompok diberikan beberapa pertanyaan, diantaranya:
1. masalah sampah apa yang menjadi konsentrasi teman-teman?
2. mau didaur ulang jadi apa? Apa nilai jual bagi teman-teman lain?
3. bagaimana proses pembuatannya?
4. dari mana bahan-bahannya didapat?
5. bagaimana menyebarkannya?

Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusinya. Ide-ide kreatif dan pertanyaan-pertanyaan dari kelompok lain pun muncul. Kelompok satu memiliki ide untuk membuat payung dari sampah plastik pembungkus, kelompok dua memiliki ide untuk mengolah sampah plastik pembungkus menjadi tas, kelompok tiga ingin membuat tempat pensil dari sampah plastik pembungkus, dan kelompok terakhir memiliki ide untuk membuat hiasan rumah dengan sedotan dan gelas plastik. Dapat disimpulkan bahwa para peserta workshop ini sangat concern terhadap sampah plastik.

Setelah diskusi terakhir tersebut selesai, diberikan kesempatan bagi tiga orang peserta menyampaikan kesannya terhadap kegiatan ini.
– Ike-SMA Tugu Ibu : “saya merasa dapat pembelajaran baru khususnya mengenai global warming dan Climate Change sehingga mendapat ilmu lain di luar pelajaran yang biasa didapat.”
– Angga-SMA YPKD : “saya jadi mengetahui manfaat daur ulang dan melihat fungsi dari sampah.”
– Dipa-SMA Sejahtera1: “Jujur ya, tadinya saya tidak terlalu peduli lingkungan tapi setelah ikut acara ini saya banyak menambah ilmu. Setelah mengetahui dampak global warming dan climate change saya merasa lebih peduli terhadap lingkungan, juga mengetahui cara daur ulang serta melihat manfaat dari sampah.”

Demikian diskusi forum di Depok yang berlangsung pada pukul 13.00 hingga 17.30 itu ditutup. Semoga kita dapat terus menyebarkan ilmu mengenai global warming dan climate change di sekitar kita dan membiasakan diri untuk hidup hemat dan memanfaatkan/mendaur ulang sampah.

Journal by Sarah Balfas

For more information and photo gallery, visit us at http://www.facebook.com/pages/Bogor-Indonesia/Indonesian-Climate-Student-Forum/49372716081?ref=ts

This entry was posted in Our Activities..!. Bookmark the permalink.

6 Responses to Workshop with Green School Community

  1. R.H. agustina says:

    yuhuu….^^

    berbagi sedikit ilmu yang kita punya, semoga apa yang kita lakukan bermanfaat dan bisa mempengaruhi sekitar kita untuk terus…selalu menjaga lingkungan. Kapan lagi klo ga ‘ kita mulai dari sekarang….

    cHaiiiooooo…ICSF……

  2. devi says:

    hai guys,.gw jg trut brbhagia,.akhirnya kgtan PLH d SMA YASPEN dgn pserta dr brbgai skolah2 SMA d Depok brjlan lncar,.snang bsa bkerjasma dgn tmn2 ICSF lainnya jg dgn tmn2 GSC. Ada yg bikin terharu n bangga coz trnyata dgn adanya kgtan trsbut ada yg mnjadi sdar bhwa slma ini dy kurg peduli pd lingkungan n skrg dy akan brusha utk lbih pduli pd lingkungan, oia ada lg yg bilg bhwa bku2 ICSF unik, kreatif, pasti ckup memiliki nilai jual ekonomi.hiks..hiks,.thx a lot trnyta smua yg tmn2 ICSF lakukan tak sia-sia,.sgt bermanfaat utk smua org,.
    Smangat,.lanjutkan lgkahmu brsma ICSF mnuju sukses,.
    jgn pernah mnyerah,.because nothing impossible..g ada yg g mungkin n jgn prnah tkut pd kgagalan karena kgagalan adalah sukses yg tertunda..Let’s be better together..

  3. errorgirlmania says:

    Hua…..JUJUR y….hehehe..gw ngerasa ICSF sedang mengembangkan sayapnya sedikit demi sedikit….mudah-mudahan melalui acara GSC (Green School Community) ini ICSF perlahan mendapatkan nama di mata masyarakat….amin……Go ICSF…!!!!!!!!!!!!

  4. Rizki says:

    wuaduh!!!! smangat yah smuanya!!! keren bgt acara kita yang satu itu!!! smoga kedepannya lbh bgs lg!!!
    Tetap jaga lingkungan, karena global warming itu dampaknya cukup mengerikan!!! (kata salah satu peserta)

  5. Lastri says:

    hahahahaha ….
    iyahh semangadd semuanya
    yukk……..
    mereka ternyata antusias bangettt yak ama acara kemaren
    n ternyata masih belum banyak yang mengerti tentang global warming n climate cange…
    ayukkk ICSF semangaddd untuk berbagi dengan masyarakat lainnya

  6. Rahmi ariani says:

    Y alhamd bgt acrnya bjalan dgn lancar dan sukses, wlwpun psiapan presentasinya buru2 sblm acara dimulai. He. Mudah2n dari hari ke hari kegiatan yg icsf lakukan semakin berdampak besar dan bpengaruh nyata di masyarakat. Hehehe..
    Semangat teman2..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s