PILH

Pendidikan Iklim dan Lingkungan Hidup

Climate and Environmental Education

Photo of a big bunny rabbit!
Isu perubahan iklim sudah dikenal luas di kalangan masyarakat Indonesia pada semua status sosial dan golongan. Meskipun penyebabnya saat ini masih menjadi pro-kontra, namun aktivitas manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan akan selalu dijadikan alasan makin luasnya dampak perubahan iklim global ini.

Melihat hal ini, maka perlu adanya penyebaran pengetahuan mengenai pentingnya lingkungan hidup dan masalah perubahan iklim seluas-luasnya kepada masyarakat. Pengetahuan dan informasi ini diharap dapat meningkatkan self awareness masyarakat untuk turut andil dalam menjaga lingkungan dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan iklim.

Sekarang ini, ada banyak kelompok pecinta lingkungan yang menyuarakan pentinganya menjaga lingkungan dan terkadang diiringi dengan berbagai aksi secara langsung seperti pemungutan sampah secara massal, bersepeda dalam kampanye lingkungan, dll. Pemerintah pun memiliki program sendiri untuk hal ini, yaitu Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) yang dimasukkan dalam mata ajaran sekolah dasar. Anak-anak, sebagai generasi muda yang nantinya akan menentukan masa depan dunia perlu dibekali tidak hanya dengan pendidikan formal di kelas, namun juga aksi langsung terhadap lingkungan.

Sayangnya, pendidikan lingkungan hidup yang dicanangkan pemerintah ini masih kurang efektif dalam penyampaiannya. Beberapa sekolah, seperti sekolah-sekolah dasar di Desa Babakan, Bogor, masih memiliki keterbatasan dalam menjalankan pendidikan ini. Keterbatasan tersebut antara lain: sumber daya alam yang nantinya digunakan sebagai media pembelajaran, sumber daya manusia, kurikulum yang belum sampai ke tangan sekolah, dan lain sebagainya. Mata ajaran ini juga belum mampu membekali siswa dengan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Lingkungan kehidupan yang dekat dengan pertanian memberikan keharusan yang lebih bagi anak-anak ini untuk mengerti ilmu dasar lingkungan hidup. Selain itu, kebutuhan akan pengetahuan dasar iklim dapat menajdi landasan pola pikir dan kemampuan adaptasi dan mitigasi sejak dini.

Salah satu solusi dalam menghadapi masalah tersebut adalah dengan memberikan pendidikan lingkungan hidup dengan metode yang lebih inovatif, interaktif, dan aplikatif. Program PILH (Pendidikan Ilmu Lingkungan Hidup) ini difokuskan pada penjelasan dan pemahaman akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, serta tindakan nyata siswa terhadap lingkungan. Program ini mengacu pada PKLH yang dicanangkan pemerintah dan disampaikan secara efektif dengan metode yang leibh inovatif dan interaktif, serta tindakan adaptif terhadap lingkungan. Dalam penyampaiannya, ICSF memiliki tenaga ahli berupa volunteer. Para volunteer yang disebut tentor bertugas mengajak anak-anak SD yang ditargetkan untuk mencintai lingkungan dan memahami ilmu iklim dan lingkungan hidup. Pengajaran yang disampaikan berupa pendidikan seputar lingkungan seperti daur ulang sampah, pemutaran film mengenai lingkungan hidup, mendesain masa depan, ecological fieldtrip, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Program ini ditujukan kepada siswa kelas V di tiga sekolah dasar di kawasan Desa Babakan, Dramaga, Bogor, yaitu SD Negeri 01 SD negeri 03, dan SD Negeri 04. dengan jumlah siswa lebih kurang 224 orang.